Seni kerajinan batu Merapi di Muntilan
Muntilan adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah, tepatnya di antara Magelang dan Yogyakarta. Kota ini merupakan daerah yang ramai karena berada di jalur utama jalan dari Magelang dan Yogyakarta. Sebagai kota kecil yang diapit oleh 2 kota yang cukup besar, maka Muntilan menjadi sangat strategis, karena merupakan jalur lalu lintas utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Jawa Tengah di bagian utara. Berada di dekat dengan daerah wisata, maka di daerah ini berkembang industri yang menyediakan produk-produk pendukung wisata. Beberapa makanan khas tersedia di daerah ini, antara lain: salak pondoh, wajik, tape ketan, slondok, gethuk magelang dan makanan lain bisa dibeli sebagai oleh-oleh bagi para pelancong yang berkunjung ke Borobudur, Gunung Merapi dan daerah-daerah wisata lain di sekitar Yogyakarta.
Salah satu produk khas dari kota ini adalah produk-produk kerajinan dari batu. Di kota ini terdapat banyak pengusaha seni ukir batu yang memajang produk-produknya di sepanjang jalan utama di kota ini. Berbagai produk kerajinan dari batu mulai dari patung dengan berbagai bentuk dan ukuran, sampai ke berbagai benda penghias taman atau seperti air mancur, hiasan pagar dapat ditemukan di sini. Di sini dapat juga ditemukan produk alat-alat rumah tangga seperti: meja, tempat duduk dari batu juga alat-alat dapur khas dari batu seperti: cowek, lumpang, munthu, dll. Para pengusaha seni ukir batu ini juga siap mengerjakan pesanan produk-produk dengan bentuk khusus, seperti patung binatang, atau hiasan dinding atau taman dengan bentuk dan ukuran yang khusus. Banyak contoh benda kerajinan yang bisa dilihat, dan apabila cocok bisa juga langsung dibeli.
hiasan taman
Orang-orang di daerah ini menguasai keahlian mematung dan memahat batu sejak ratusan tahun lalu secara turun temurun. Bangunan candi Borobudur yang dibuat di abad delapan dan sampai sekarang masih megah berdiri merupakan salah satu bukti dari puncak keahlian seni memahat batu penduduk di sini yang sangat fenomenal. Pada saat ini para ahli ukir batu tersebut masih melestarikan kemampuannya dalam memahat batu dengan menghasilkan berbagai macam produk kerajinan dan seni yang sangat khas dan menarik. Produk-produk ukiran mereka sangat halus dan detail yang menunjukkan keahlian tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh para master ukir batu.
patung batu
Keahlian dari penduduk ini juga sangat didukung oleh sumber daya alam yang tersedia dengan sangat melimpah. Berlokasi di aliran lahar gunung Merapi yang merupakan gunung api yang paling aktif di dunia, maka batu-batu gunung selalu tersedia dan seolah tidak pernah habis di daerah ini. Erupsi Gunung Merapi yang merupakan bencana yang sangat menakutkan, ternyata juga merupakan berkah yang sangat besar bagi penduduk di sekitarnya. Salah satunya adalah batu gunung yang dihasilkan dari gunung Merapi ini merupakan bahan yang sangat bagus untuk menghasilkan produk-produk seni dan kerajinan batu yang bernilai sangat tinggi.
lumpang dan cowek batu
Apabila anda sedang di perjalanan dari Semarang mau ke Yogyakarta atau sebaliknya dan melewati kota Muntilan, maka sediakan waktu untuk berisitrahat sebentar di kota ini dan mampir untuk melihat-lihat produk-produk seni ukir batu di show room-show room di pinggir jalan.Anda mungkin bisa membeli produk-produk hiasan sebagai pengisi taman, pagar atau rumah. Anda juga bisa membeli beberapa barang kecil untuk souvenier dari sekedar hiasan sampai barang untuk keperluan rumah tangga seperti cowek, lumpang atau munthu. Semua dibuat dari batu gunung Merapi yang tidak akan dapat dijumpai di tempat lain.
sumber: http://www.information.wisno.co.id/2013/03/seni-kerajinan-batu-merapi-di-muntilan.html
Batu sebagai benda hias :
Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni sehingga Seni kriya termasuk dari karya senirupa terapan nusantara. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.Tradisi membuat benda-benda seni kriya telah ada sejak zaman prasejarah. Dari temuan-temuan benda prasejarah diketahui bahwa manusia mulai menetap pada zaman Batu Muda (Neolitikum). Mereka telah mulai membuat benda fungsional untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari. Salah satunya adalah tembikar yang terbuat dari tanah lempung yang berfungsi sebagai wadah. Tembikar pada zaman ini telah memiliki hiasan berupa simbol-simbol atau lambang-lambang kehidupan spiritual yang dipercaya oleh masyarakat.Dalam perkembangan selanjutnya, seni kriya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya pada aspek fungsi semata tetapi berimbas pada peningkatan kualitas bentuk dan bahan serta corak hiasannya. Pada awalnya benda-benda tersesebut memiliki bentuk yang sederhana berkembang menjadi bentuk-bentuk yang beraneka ragam dan rumit. Demikian juga dengan hiasan yang semakin banyak, detail, dan bervariasi.
Pengertian Seni Kriya
Istilah “seni kriya‟ berasal dari akar kata “krya‟ (bahasa Sanskrta) yang berarti “mengerjakan‟; dari akar kata tersebut kemudian menjadi kata : karya, kriya, kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek. Dalam pengertian berikutnya semua hasil pekerjaan termasuk berbagai ragam keteknikannya disebut “seni kriya‟.(Timbul Haryono,2002).
Kata “kriya‟ dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti: energi atau kekuatan, arti lain suatu ketrampilan mengerjakan atau membuat sesuatu. Istilah itu diartikan sebagai ketrampilan yang dikaitkan dengan profesi seperti yang terlihat dalam craftsworker (pengrajin).
Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang; sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan ketrampilan. Dalam persepsi kesenian yang berakar pada tradisi Jawa, dikenal sebutan kagunan. Di dalam Kamus Bausastra Jawa, kagunan adalah Kapinteran/ Yeyasan ingkang adipeni/Wudharing pambudi nganakake kaendahan-gegambaran, kidung ngukir-ukir.
Penjelasan itu menunjukan posisi dan pentingnya ketrampilan dalam membuat (mengubah) benda sehari-hari, di samping pengetahuan dan kepekaan (akan keindahan). Oleh sebab itu, sebuah karya (seni) dalam proses penggarapannya tidak berdasarkan pada kepekaan dan ketrampilan yang baik (mumpuni), maka tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk mnikmati karya tersebut sebagai karya seni ( I Made Bandem, 2002 ).
Kata “kriya‟ dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti: energi atau kekuatan, arti lain suatu ketrampilan mengerjakan atau membuat sesuatu. Istilah itu diartikan sebagai ketrampilan yang dikaitkan dengan profesi seperti yang terlihat dalam craftsworker (pengrajin).
Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang; sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan ketrampilan. Dalam persepsi kesenian yang berakar pada tradisi Jawa, dikenal sebutan kagunan. Di dalam Kamus Bausastra Jawa, kagunan adalah Kapinteran/ Yeyasan ingkang adipeni/Wudharing pambudi nganakake kaendahan-gegambaran, kidung ngukir-ukir.
Penjelasan itu menunjukan posisi dan pentingnya ketrampilan dalam membuat (mengubah) benda sehari-hari, di samping pengetahuan dan kepekaan (akan keindahan). Oleh sebab itu, sebuah karya (seni) dalam proses penggarapannya tidak berdasarkan pada kepekaan dan ketrampilan yang baik (mumpuni), maka tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk mnikmati karya tersebut sebagai karya seni ( I Made Bandem, 2002 ).
Fungsi Seni Kriya
Fungsi seni kriya sebagai salah satu karya seni rupa secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
1. Hiasan (dekorasi)
Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentuk-bentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.
2. Benda terapan (siap pakai)
Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.
3. Benda mainan
Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.
Kriya batu
Batu yang memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk ternyata dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah. Salah satunya berasal dari daerah Sukaraja, Sukabumi. Di daerah ini dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akik, jesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.
sumber : http://blog-senirupa.tumblr.com/post/59619586015/seni-kriya
sekian artikel yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Wassalamualaikum






No comments:
Post a Comment